Cara Menghitung Masa Subur Wanita (Siklus Menstruasi)

Cara Menghitung Masa Subur Wanita (Siklus Menstruasi) – Pada ulasan kali ini kita akan membahas tentang bagaimana caranya menghitung siklus menstruasi yang benar dan tepat dengan metode perhitungan sederhana yang mudah untuk anda coba praktikkan sendiri dirumah. Dengan menghitung masa subur wanita, tentu anda akan lebih mudah untuk mempunyai anak. Hal ini dikarenakan Karena, ketika terjadi persenggamahan yang tepat pada masa subur, apalagi pada masa ovulasi yaitu waktu puncak Kesuburan Wanita, Prosentase untuk terjadi kehamilan akan lebih mudah.

Maka dari itu, bagi anda seorang Suami atau Istri yang ingin cepat mempunyai anak, harus mengetahui Kapan Masa Subur Istri dengan tepat. Dan bagi anda yang belum mengetahui bagaimana Cara Menghitung Masa Subur Wanita dengan Mudah, maka penjelasan dibawah ini harus anda perhatikan dan pahami.

Pengertian Masa Subur/ Masa Menstruasi

Yang dimaksud dengan masa subur seorang wanita atau yang lazim disebut dengan masa setelah menstruasi adalah masa dimana sel telur yang telah matang berpindah dari ovarium menuju tuba fallopi. Nah, ketika sel telur telah berada di tuba fallopi, maka sel telur tersebut siap dibuahi oleh sel sperma. Ketika wanita berada pada masa suburnya, maka kemungkinan wanita menjadi hamil akan meningkat sebanyak 10% dibanding hari-hari lainnya.

masa subur wanita

Bagaimana Cara Menghitung Masa Subur yang benar?

Menghitung masa subur ternyata sangat mudah untuk dilakukan, karena kamu cukup mengetahui lama siklus menstruasimu dalam setiap bulannya. Lalu, apa yang dimaksud dengan siklus menstruasi? Siklus menstruasi merupakan rentang waktu antara hari pertama seorang wanita mengalami menstruasi sampai dengan sehari sebelum wanita mengalami menstruasi di bulan berikutnya.

Yang patut diingat adalah, menghitung masa subur bagi setiap wanita tentunya berbeda-beda karena ada wanita yang memiliki siklus menstruasi teratur dan ada juga wanita yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur. 4 Langkah Menghitung Masa Subur Pada Wanita.

Jika kamu merupakan salah satu wanita yang memiliki siklus menstruasi teratur, maka proses menghitung masa subur akan menjadi lebih simpel.

Yang dimaksud dengan siklus menstruasi teratur adalah ketika seseorang memiliki rentang waktu siklus menstruasi yang relatif sama setiap bulannya. Semisal kamu memiliki rentang siklus menstruasi selama 28 hari, maka rentang siklus menstruasi pada bulan-bulan berikutnya pun tidak jauh-jauh dari 28 hari, semisal 27 atau 29 hari.

Jika kamu merupakan wanita dengan lama siklus menstruasi yang tidak teratur disetiap bulannya, akan lebih sulit untuk memprediksi masa suburnya. Namun jangan khawatir, karena kamu juga tetap bisa memperkirakan masa-masa suburmu.

Cara Menghitung Masa Subur Wanita :

1. Menghitung Siklus Menstruasimu

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menghitung siklus menstruasi. Dengan begitu, kamu akan mengetahui apakah kamu termasuk wanita yang memiliki siklus menstruasi teratur atau yang tidak teratur. Agar lebih valid, catat siklus menstruasimu selama 3-6 bulan berturut-turut.

2. Pahami Siklus Menstruasimu Setiap Bulannya

Untuk wanita dengan siklus menstruasi yang teratur, kamu cukup ketahui rata-rata berapa hari siklus menstruasimu setidaknya dalam 3 bulan terakhir.

Untuk wanita yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur, kamu harus mencatat rentang waktu siklus menstruasimu setiap bulannya selama setidaknya 6 bulan berturut-turut.

3. Ketahuliah Kapan Proses Ovulasi Terjadi

Untuk wanita yang memiliki siklus menstruasi teratur, setelah kamu mengetahui rentang siklus menstruasimu, maka langkah selanjutnya adalah mengetahui kapan proses ovulasi terjadi.

Proses ovulasi terjadi sekitar 2 minggu atau 14 hari sebelum siklus menstruasi di bulan berikutnya terjadi. Dengan kata lain, proses ovulasi terjadi ditengah-tengah siklus menstruasi seorang wanita.

Contoh Kasus Menghitung masa subur wanita:

Kamu memiliki rata-rata siklus menstruasi selama 30 hari, maka proses ovulasi akan terjadi pada hari ke 15 atau 16 dari siklus menstruasimu tersebut.

Jika kamu memiliki rata-rata siklus menstruasi selama 28 hari, maka proses ovulasi akan terjadi pada hari ke 14 dari siklus menstruasimu tersebut.

Wanita dengan siklus menstruasi tidak teratur:

Namun, jika kamu memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, proses ovulasi sulit diprediksi secara pasti. Kamu harus mengetahui berapa lamakah siklus menstruasi terpendekmu dan siklus menstruasi terpanjangmu.

Siklus menstruasi terpendek adalah siklus menstruasi yang paling sebentar dan siklus menstruasi terpanjang adalah siklus menstruasi yang paling lama dari beberapa siklus menstruasi yang sudah kamu catat.

Sebagai contoh: selama 6 bulan terakhir, siklus menstruasimu memiliki rentang waktu selama 24 hari, 26 hari, 22 hari, 31 hari, 23 hari, dan 25 hari. Dari data yang telah kamu peroleh tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa kamu memiliki siklus menstruasi terpendek selama 22 hari dan siklus menstruasi terpanjang selama 31 hari.

4. Mengetahui Masa Subur Setelah Menstruasi

Untuk wanita dengan siklus menstruasi teratur, setelah kamu mengetahui pada hari keberapakah proses ovulasi terjadi, maka setelah itu kamu bisa mengetahui masa suburmu secara pasti. Kamu berada pada masa-masa paling subur pada H-2 hingga hari proses ovulasi terjadi.

Sebagai contoh:

Jika proses ovulasi terjadi pada hari ke 15 dari siklus menstruasimu, maka kamu memiliki masa-masa paling subur pada hari ke 13, 14, dan 15 dari siklus menstruasimu.

Jika proses ovulasi terjadi pada hari ke 17 dari siklus menstruasimu, maka kamu memiliki masa-masa paling subur pada hari ke 15, 16, dan 17 dari siklus menstruasimu tersebut.

Wanita dengan siklus menstruasi tidak teratur:

Untuk bisa mengetahui masa subur wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, maka kamu bisa mengikuti cara dibawah ini:

Siklus menstruasi terpendek dikurangi dengan angka 18.

Siklus menstruasi terpanjang dikurangi dengan angka 11.

Sebagai contoh:

Kamu memiliki siklus menstruasi terpendek selama 25 hari dan siklus menstruasi terpanjang selama 31 hari.

Kurangkan siklus menstruasi terpendekmu dengan angka 18, jadi 25 dikurangi 18 hasilnya 7.

Kurangkan siklus menstruasi terpanjangmu dengan angka 11, jadi 31 dikurangi 11 hasilnya 20.
Dari pengurangan tersebut, maka ketika siklus menstruasi terpendekmu selama 6 bulan adalah 25 hari dan siklus terpanjangmu adalah 31 hari, maka masa suburmu kira-kira berada pada hari ke 7 hingga hari ke 20 dari siklus menstruasimu.

4 Metode Lain Untuk Memprediksi Masa Subur Wanita

Berikut merupakan metode lain yang bisa kamu lakukan untuk lebih meyakinkan bahwa kamu berada pada masa-masa subur.

1. Cek Temperatur Basal Tubuh Secara Rutin

Ini adalah salah satu cara paling sederhana yang bisa kamu lakukan agar kamu yakin apakah kamu berada dalam masa subur atau tidak. Namun, apakah yang dimaksud dengan temperatur basal tubuh? Temperatur basal tubuh adalah temperatur tubuh seseorang saat mereka bangun tidur.

Setiap harinya, segera cek temperatur tubuhmu dengan menggunakan termometer sesaat setelah kamu bangun tidur dan jangan berdiri dari tempat tidur sebelum kamu mengukur suhu tubuhmu. Berpindah tempat dari tempat tidur akan membuat suhu tubuhmu meningkat sehingga nantinya hasil yang kamu dapat menjadi tidak akurat.

Normalnya, suhu tubuhmu sesaat setelah bangun tidur berkisar antara 35,5 ˚C hingga 36,6 ˚C. Jika suhu tubuhmu sesaat setelah bangun tidur berada diatas suhu tersebut, maka bisa dipastikan kamu mengalami ovulasi sekitar 1-2 hari yang lalu.

Nah, informasi tersebut tentunya akan sangat bermanfaat untuk memprediksi kapan proses ovulasi terjadi pada bulan berikutnya.

2. Cek Lendir Yang Terdapat di Mulut Rahim

Jika melakukan pengecekan temperatur basal hanya bisa digunakan untuk memprediksi waktu terjadinya proses ovulasi di bulan berikutnya, metode pengecekan lendir yang terdapat di mulut rahim bisa digunakan untuk memprediksi terjadinya ovulasi, bahkan sebelum proses ovulasi tersebut terjadi.

Lendir yang terdapat pada mulut rahim bisa dijadikan indikator apakah proses ovulasi sedang terjadi, akan terjadi dalam waktu dekat, ataukah justru sudah lewat. Hal tersebut dikarenakan lendir ini akan mengalami perubahan tekstur ketika kadar hormon estrogen di dalam tubuh meningkat. Nah, meningkatnya kadar estrogen merupakan salah satu pertanda proses ovulasi akan segera terjadi.

Berikut ini merupakan macam-macam tekstur dan warna dari lendir pada mulut rahim dan hubungannya dengan proses ovulasi:

Tidak terdapat lendir di dalam mulut rahim berarti proses ovulasi belum terjadi.

Lendir berwarna putih seperti krim, agak pekat, dan sedikit elastis: proses ovulasi segera terjadi dan kamu berada pada masa-masa subur.

Lendir berwarna putih bening, transparan, licin, dan elastis seperti putih telur: proses ovulasi terjadi dan kamu berapa pada puncak masa-masa subur.

Lendir berawarna putih seperti krim, pekat, dan jumlahnya sangat sedikit: proses ovulasi sudah terjadi.

3. Gunakan Alat Bantu Pendeteksi Ovulasi

Bagi kamu yang ingin mendeteksi kapan proses ovulasi akan terjadi secara lebih simpel, maka kamu bisa menggunakan alat bantu untuk mendeteksi proses ovulasi. Cara kerja dari alat ini adalah dengan mendeteksi kadar hormon luteinizing (LH). Hormon luteinizing biasanya terkandung di dalam urin. Nah, 1 hingga 2 hari sebelum proses ovulasi terjadi, jumlah dari hormon ini akan bertambah dengan drastis.

Cara menggunakan alat bantu pendeteksi ovulasi pun cukup mudah. Cara penggunaannya sangat mirip dengan alat pendeteksi kehamilan, dimana alat berbentuk stick ini akan mengeluarkan hasil apakah hormon luteinizing di dalam urin meningkat ataukah tidak segera setelah alat ini terkena urin.

4. Gunakan Bantuan Kalkulator Masa Subur

Cara mudah lainnya untuk mengetahui kapan kamu mengalami proses ovulasi adalah dengan menggunakan kalkulator ovulasi. Untuk bisa menggunakan metode ini, tentunya kamu harus mengetahui pada tanggal berapakah kamu mengalami mentsruasi untuk pertama kalinya dan juga lama rata-rata siklus menstruasimu. Setelah itu, prediksi mengenai kapan proses ovulasi terjadi akan disimpulkan oleh kalkulator masa subur. Kamu bisa menggunakan kalkulator masa subur tersebut disini.

Kalkulator Masa Subur Wanita :

Tanggal Pertama Menstruasi:

Siklus menstruasi Anda:  hari
Tanggal Paling Subur:
Masa Subur Anda:
(+) Lakukan Tespack pada:
(–) Menstruasi lagi pada:

Notes: Jika anda tidak berhasil menghitung siklus menstruasi anda melalui kalkulator ovulasi diatas, silahkan anda bisa langsung mengunjungi situs yang membuat aplikasi masa subur wanita diatas di : https://luvizhea.com/kalkulator-masa-subur/

Nah, sekarang kamu sudah mengetahui berbagai macam hal yang harus kamu lakukan untuk mengetahui masa subur kamu. Sekian ulasan mengenai cara menghitung masa subur wanita (Siklus Menstruasi) yang benar dan tepat terbaru 2018 yang dapat kami tuliskan kali ini. Semoga apa yang telah kita pelajari dalam artikel ini dapat bermanfaat.

Cara Menghitung Masa Subur Wanita (Siklus Menstruasi) | caramenghitung | 4.5